SD

SMP

SMA

SMK

Berita Asisi


22 Nov 2017

Jakarta, SMP Asisi - Hari Jumat, 17 November 2017, SMP Asisi menggelar acara ...


03 Nov 2017

Jakarta, SMA Asisi - ASCOPE (Asisi Sport Competition) yang ke-XI telah ...


27 Oct 2017

Jakarta, SMP Asisi - Hari ini dilaksanakan Pemilihan Ketua OSIS SMP Asisi ...


26 Oct 2017

Jakarta, SD ASISI,  Dalam rangka pelaksanaan Imunisasis HPV ( ...


Profil Asisi


Yayasan Santo Fransiskus Asisi sebagai Badan Hukum didirikan pada tanggal 23 April 1970, berdasarkan akta pendirian no.55 oleh Frederik Alexander Tumbuhan SH. Dalam perjalanan waktu, akta pendirian yayasan sudah diperbaharui dengan nomor 16 tanggal 30 November 1987.
Semangat pelayanan St. Fransiskus Asisi menjadi sumber inspirasi Visi – Misi Yayasan St. Fransiskus Asisi yang terumus sebagai berikut:

Visi
Yayasan yang peduli, melayani dengan kasih dan professional

Misi
Membangun manusia yang beriman, berkarakter, cerdas, penuh kasih, dan cinta lingkungan serta mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.

Motto
Menjadi saudara bagi semua (semangat persaudaraan)

Prinsip
Mengutamakan & mewujudkan Kasih, Ramah, Tekun, Jujur, Setia.

Maksud & Tujuan Pendirian


Memperkembangkan semangat keagamaan berdasarkan Pancasila secara konsisten dalam bidang sosial , pendidikan dan pengajaran serta kebudayaan.

Ruang Lingkup Kegiatan


Mengelola secara penuh Lembaga pendidikan sekolah Santo Fransiskus Asisi sejak sekolah ini melepaskan diri dari perkumpulan (Yayasan) Strada tahun 1972, yang terdiri dari Unit pendidikan KB/TK ,SD, SMP, SMA dan SMK. Mengelola lembaga pelayanan kesehatan Balkesmas Asisi , semenjak lembaga ini diresmikan sebagai Puskesmas pada tahun 1974 Membantu tumbuhnya lembaga-lembaga sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik jasmani maupun rohani seperti koperasi, pramuka, dan lain-lain.

Makna Logo Sekolah




Bingkai segi lima merupakan symbol bahwa karya pelayanan Yayasan St. Fransiskus Asisi di tengah masyarakat, tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara dan ideology nasional bagi penyelenggaraan Negara Indonesia.

Salib San Damiano, menjadi pusat kekuatan Yayasan St. Fransiskus Asisi. Di hadapan salib ini, St. Fransiskus Asisi mendaraskan "Doa Pertobatan" dan kesanggupan sepenuh hati untuk mengikuti jalan Yesus, menjalani hidup kemiskinan, kesederhanaan dan menjalankan karya dengan tekun serta tulus dalam membantu orang lain.

Untaian Rosario menunjukkan bahwa Bunda Maria adalah bagian integral dari kehidupan spiritual St. Fransiskus Asisi. Kekuatan devosi kepada Bunda Maria terungkap dalam doanya: "Aku, Saudara Fransiskus, orang kecil ini, mau mengikuti hidup dan kemiskinan Tuhan kita Yesus Kristus yang Maha Tinggi serta Ibu-Nya yang tersuci, dan mau bertekun di dalamnya, hingga akhir." Rosario mengingatkan, bahwa doa kepada Bunda Maria, akan meneguhkan iman dan ketangguhan di dalam menjalankan tugas perutusan.

Buku dan pena bulu ayam (yang diperkenalkan sekitar tahun 700M) adalah simbol utama dunia pendidikan. Tulisan merupakan rekaman pikiran, perasaan, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yang akan mewujudkan pewarisan budaya dan ilmu pengetahuan.
Tiga lingkaran yang saling terkait mengandung makna bahwa berdoa, belajar, dan bekerja adalah inti kekuatan mewujudkan kehidupan yang bermakna.



Makna Logo Sekolah Asisi Revisi 2015
Oleh : BK Indarwahyanti Graito

Sejarah Pendirian Asisi


Perintisan berdirinya Paroki dan Sekolah St. Fransiskus Asisi – Tebet, bertolak dari gagasan Uskup Agung Jakarta (waktu itu, Mgr. Adrianus Djojoseputro SJ) dan Uskup Agung Pontianak (waktu itu, Mgr. H. Van Den Burgi OFMCap) untuk memperluas daya jangkau penggembalaan dan pelayanan di wilayah Keuskupan Agung Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Selatan.

Berkembangnya jumlah umat di wilayah paroki St. Ignatius, jalan Malang dan juga merambah wilayah Paroki Bidaracina sampai Paroki Blok Q, Kebayoran, merupakan kebutuhan untuk dilakukannya pemekaran paroki. Kedatangan seorang imam ordo Kapusin dari Keuskupan Agung Pontianak, Kalimantan Barat, Pastor Bartolomeus Janssen OFMCap ke Jakarta pada tanggal 31 Agustus 1966, merupakan tonggak perwujudan gagasan untuk merintis berdirinya paroki St. Fransiskus Asisi dan memulai karya-karya pelayanan sosial bagi masyarakat sekitar. Karya pelayanan yang mencakup pendidikan, kesehatan dan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Berlandaskan semangat St. Fransiskus Asisi, ciri khas Ordo Kapusin adalah :

  • Hidup dalam persaudaraan (fraternitas)
  • Doa menjadi nafas hidup dan karya setiap saudara
  • Para saudara Kapusin menghayati kemiskinan dan kedinaan dalam hidup sederhana baik dalam penampilan maupun dalam tutur kata dan berpihak pada orang kecil dan miskin (option for the poor)
  • Terbuka pada setiap tugas yang dibutuhkan oleh Ordo maupun gereja local, mempromosikan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan (Justice, Peace an Integrity of Creation)

Ciri khas Ordo Kapusin menjadi "roh semangat" Pastor Bart Janssen dalam mengemban amanat untuk merintis Paroki dan membangun Gereja St. Fransiskus Asisi. Bukan bangunan gereja yang menjadi prioritas, namun dengan mengenali kondisi wilayah Menteng Dalam yang pada tahun 1966 masih merupakan daerah yang perlu dikembangkan, maka langkah pertama yang dilakukan adalah memulai karya pelayanan di bidang pendidikan dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan pendidikan bagi orang kecil dan miskin (option for the poor).

Baca Selengkapnya

Doa St.Fransiskus Asisi


Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
Jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan,
Jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
Jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
Jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
Jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kecemasan,
Jadikanlah aku pembawa harapan,
Bila terjadi kesedihan,
Jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
Jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin menghibur
Dari pada dihibur,
Memahami dari pada dipahami,
Mencintai dari pada dicintai,
Sebab
Dengan memberi aku menerima,
Dengan mengampuni aku diampuni,
Dengan mati suci aku bangkit lagi,
Untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

Lagu Mars Asisi


Kalender Kegiatan


Fasilitas Asisi